Perjalanan panjang dunia pendidikan kembali mengantarkan putra Aceh meraih prestasi akademik membanggakan.
Zulfikar, putra asal Gampong Awe Geutah, Kabupaten Bireuen, berhasil menyandang gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Sosial Program Pascasarjana Universitas Merdeka (Unmer) Malang dengan predikat Cumlaude (Pujian).
Gelar akademik tertinggi tersebut diraih setelah Zulfikar sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Perilaku Sosial Santri Berbasis Kualitas Hafalan Al-Qur’an (Studi Realitas Sosial Perilaku Santri Pondok Pesantren Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas di Banda Aceh)” dalam sidang promosi doktor yang berlangsung di Auditorium Lantai II Gedung Pascasarjana Unmer Malang, Kamis (18/6/2026).
Sidang promosi dipimpin Direktur Pascasarjana Unmer Malang Prof Dr Grahita Chandrarin MSi Ak CA. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Bonaventura Ngw MS, dan ko-promotor Dr Catur Wahyudi MA. Sidang menghadirkan sejumlah guru besar serta akademisi sebagai penyanggah eksternal, diantaranya Dr Siti Marwiyah MSi, Dr Sukardi MSi, dan Prof Dr Agus Sholahuddin MS, Prof Dr Kasuwi Saiban Mag, Prof Dr Mudjia Rahardjo MSi, Dr Kridawati Sadhana MS, dan Dr Praptining Sukowati SH MSi selaku Penyanggah.
Di hadapan dewan penguji, Zulfikar memaparkan hasil penelitiannya mengenai hubungan antara kualitas hafalan Al-Qur'an dengan perilaku sosial para santri di lingkungan pesantren tahfiz. Dengan argumentasi ilmiah yang kuat dan analisis yang komprehensif, ia mampu menjawab seluruh pertanyaan penguji hingga akhirnya dinyatakan lulus dengan predikat pujian.
Disertasi yang dibimbing oleh Promotor Prof Dr Bonaventura Ngw MS dan Ko-Promotor Dr Catur Wahyudi MA itu dilatarbelakangi oleh berkembangnya pesantren tahfidz yang tidak hanya berfokus pada pencapaian hafalan Al-Qur’an, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter dan perilaku sosial santri.
Untuk menjawab fokus kajian tersebut, Zulfikar menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Pondok Pesantren Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Banda Aceh.
Informan penelitian terdiri atas kiai, ustadz dan ustadzah, santri, serta wali santri.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hafalan Al-Qur’an memiliki keterkaitan yang kuat dengan perilaku sosial santri.
Kualitas hafalan tersebut dibentuk melalui kedisiplinan dan kepatuhan dalam belajar, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, budaya saling membantu, serta komitmen yang kuat antara santri, orang tua, dan pengelola pesantren.
Selain itu, kesungguhan dalam menjaga hafalan melalui kegiatan muroja’ah, penghormatan kepada kiai dan guru, serta pembinaan yang dilakukan ustadz dan ustadzah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hafalan sekaligus membentuk perilaku sosial yang positif.